Design a site like this with WordPress.com
Get started

FRENCH DAILY TABLE MANNER : TEORI VS FAKTA

21 September 2018 adalah ulang tahun Cassion, putra pertama Host WWOOF ku di Perancis. Waktu itu adalah hari ke-3 ku di keluarga ini. Vincent dan Cecile sendiri tidak mengadakan acara apa-apa. Tidak ada acara tiup lilin juga. Kami hanya pergi ke taman kota untuk mengajak Cassion bermain.

taken from wikimedia.org

Keesokan harinya, Vincent bilang ayahnya mengadakan acara makan siang bersama untuk merayakan ulang tahun Cassion. Akupun diundang. 

Ayah Vincent tinggal bersama istrinya (Ibu tiri Vincent) di sebuah apartemen tepat di pusat kota Ales. Bangunan apartment berlantai 5 itu biasa saja dari luar namun ternyata di dalamnya keren banget. Lebih karena pemilik rumah berselera tinggi. Perabot serba putih bersih bersinar seperti di iklan obat pel. Jadi sungkan menginjak lantainya. Berbeda 180 derajat dengan kondisi rumah Vincent. Pantas saja Cecile pernah cerita kalau mertuanya berkunjung, dia mesti bersiap membereskan rumah minimal seminggu sebelumnya. Itupun kadang masih juga dikomentari kalau ada benih selada jatuh ke lantai, bisa tumbuh subur. Ternyata, “semonan”semacam itu ada juga di sono .😝Pada bae!!!

Makan siang itu dihadiri 6 orang, seorang saudara perempuan tiri Vincent yang juga hadir. Meskipun mereka tidak bisa berbahasa Inggris dengan lancar, kami bisa juga ngobrol lumayan seru. Seru-seru lucu karena sering salah paham. Mereka sangat ramah.

Acara makan itu dimulai dengan makanan pembuka yang berupa semacam bunga rebus. Ternyata namanya adalah Artichoke. Artichoke termasuk golongan sayuran yang merupakan tunas bunga Thistle. Bunga ini dipanen sebelum mekar jadi masih berupa kuncup bunga dengan kelopak berlapis-lapis. Cara makannya dengan mengambil bagian kelopak terluar. Bisa langsung dimakan atau dengan saus cuka. Rasanya, seperti daun. 😆. Bagian yang agak berlemak berasa seperti kentang atau ubi. Artichoke ternyata memiliki banyak khasiat, diantaranya untuk pencernaan, hati dan empedu.

Taken from wikipedia.org

Makanan utama yang dimasak hari itu sebenarnya berbahan babi, tapi dengan baik hati mereka menyiapkan makanan khusus untukku yaitu steak daging sapi muda yang juicy banget. Simple hanya dimasak dengan butter dan dibumbui garam merica. (Pingin moto, tapi sungkan).

Setelah makanan utama, menu selanjutnya adalah pencuci mulut berupa manisan buah peach yang rasanya asam agak pahit. Ternyata, masih juga ada makanan penutup lain berupa roti dan keju. Iya, mereka makan keju sebagai dessert. Keju nya jenis keju kambing yang cukup keras. Jadi, aku memilih tidak mencicipi.

Awalnya aku tidak PD ikut jamuan makan itu. Mitosnya table manner ala Prancis itu rempong. Penuh tata krama, sopan santun, kaku etc. Ternyata, pada praktek keseharian, tidak sama sekali. Mungkin iya, jika dilakukan di hotel mewah dalam acara formal. Acara makan siang itu biasa saja, akrab dan tidak cantik sama sekali. Normal seperti acara makan keluarga disini dengan cukup berantakan.

Setelah makan siang, semua ngobrol yang sepertinya membahas Cassion. Menurut Cecile, peraturan no.1 di meja makan keluarga Prancis adalah dilarang membahas politik. Topik yang paling aman adalah membahas makanan. Rupanya, Cecile sedang ada meeting, karena kantornya hanya beberapa puluh meter dari apartement ini, setelah selesai meeting dia menyusul.

Mereka ngobrol yang tak aku pahami 15 menitan, kemudian keluarlah blueberry cheese cake buatan ibu tiri Vincent dan beberapa jenis minuman beralkohol. Mereka bersulang untuk Cassion. Aku minum sirup kayu manis. Lucunya, pas setelah kue habis, Vincent langsung pamit. Tidak ada acara bantu cuci piring atau ngelap meja. Sungkan juga rasanya cuman datang, makan terus langsung pulang. Namun kata Cecile memang begitulah kebiasaan mereka.

Oiya, tentang mengucapkan kata “Bon Appetit”. Kalau di Perancis, bukanlah sebuah kebiasaan yang harus. Mereka mengucapkannya sebelum makan tetapi tidak selalu. Sementara di Swiss, mengucapkan “Bon Appetit” adalah sebuah sopan-santun. Ucapan ini lebih semacam menghormati orang yang sedang makan. Bahkan saat aku membuka bekalku di bangku taman, orang yang lewat di depanku mengucapkan “Bon Appetit”. 

Advertisement

Published by EmiTj

I love travelling and farming, so i combine both

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: